Minggu, 10 April 2016

LEBIH BERKUALITAS DARI PADA KUANTITAS - REVIEW NOVEL "HUJAN" BY TERE LIYE

Hmm... Sudah lama sekali ga ngeblog. Biasanya setiap habis baca novel atau nonton film yang mengena, langsung ditulis deh review nya. Kali ini aku akan tulis review novel yang lagi jadi best seller di awal tahun 2016 ini dari penulis yang tentunya sudah ga asing lagi, yaitu TERE LIYE yang berjudul HUJAN. Dari judul dan cover novelnya sudah menarik perhatian. Ditambah tidak ada sinopsis di belakang sampul, namun hanya beberapa kalimat bermakna yang membuat semakin penasaran. Dari pada panjang lebar, dan tentunya kalian pasti sudah tidak sabar untuk menyimak ceritanya, kita langsung tancap saja yaaa...

Kisah ini berawal dari sebuah bencana alam yang dahsyat dan berdampak buruk hampir di seluruh negara di permukaan bumi. Cerita ini terjadi pada tahun 2040an-2060, yang konon  peradaban dunia sudah canggih dan dipenuhi oleh kemajuan teknologi.

Diceritakanlah seorang gadis berumur 13 tahun bernama Lail yang kehilangan seluruh keluarganya karena bencana alam tersebut. Di saat putus asa, ada tangan dari seorang anak laki-laki berumur 15 tahun yang menyelamatkannya dari maut dan menyadarkannya untuk tetap melanjutkan hidup. Esok, nama anak laki-laki itu. Esok kehilangan seluruh saudaranya, namun ibunya masih selamat, meskipun menderita cacat permanen. Di saat masa-masa berat itulah hanya Esok yang Lail miliki. Begitu pula dengan Esok, hanya Lail ah tempatnya berbagi suka duka dan sosok yang harus dia lindungi selain ibunya. Mereka selalu bersama, di mana ada Lail disitu pasti ada Esok, begitu pula sebaliknya. Sampai akhirnya masa-masa berat terlewati dan kondisi mulai pulih. Esok diadopsi oleh walikota, sedangkan Lail harus hidup di panti sosial, tempat anak-anak yang kehilangan seluruh keluarganya akibat bencana itu.

Kapasitas pertemuan Lail dan Esok mulai jarang. Mereka disibukkan dengan kehidupan baru masing-masing. Awalnya seminggu sekali, menjadi sebulan sekali, bahkan setelah Esok kuliah di ibu kota, mereka hanya bertemu setahun sekali. Meskipun jarang bertemu, di dalam hati Lail tumbuh perasaan cinta yang sangat kuat terhadap Esok. Namun Lail sendiri selalu mempertanyakan apakah Esok memiliki perasaan yang sama terhadapnya? Apalagi di sisi Esok ada Claudia, adik angkatnya yang sangat cantik dan sempurna.

Di saat dunia mulai pulih dari efek bencana alam, timbul masalah baru. Beberapa negara meluncurkan zat kimia ke atmosfer untuk mempercepat pemulihan musim. Namun, itu malah menimbulkan masalah baru. HUJAN tidak akan pernah turun lagi sampai beratus-ratus tahun lagi, sampai lapisan atmosfer yang telah dicemari zat kimia menjadi normal lagi. Para umat manusia panik dan para ilmuwan yang sudah memprediksi hal tersebut telah menyiapkan sebuah alat (kapal) untuk menyelamatkan ras manusia. Dan Esok, termasuk dari salah satu ilmuwan tersebut.

Sayangnya, di tiap negara hanya 10 ribu manusia yang bisa naik ke kapal tersebut untuk menyelamatkan diri. Dan itu dipilih secara acak oleh komputer canggih. Lail bukanlah salah satunya. Sedangkan Esok, mendapatkan dua tiket. Pak Walikota memohon kepada Lail untuk menolak jika Esok memberikan salah satu tiketnya pada Lail, karena Pak Walikota menginginkan Claudia yang mendapatkannya. Bingung dan galaulah Lail. Dia pun memutuskan untuk menunggu kabar dari Esok. Namun, Esok sama sekali tidak mennghubunginya. Sampai hari-H pemberangkatan kapal. Justru yang Lail dapat adalah kabar dari Walikota bahwa Esok telah memberikan satu tiketnya untuk Cluudia. Hancurlah hati Lail. Ternyata cintanya bertepuk sebelah tangan. Tak sanggup menghadapi kenyataan, Lail memutuskan untuk menghapus seluruh ingatannya yang berhubungan dengan Esok.

Tanpa diduga, pada saat keberangkatan kapal penyelamat umat manusia ke luar angkasa, Esok justru berada di stasiun kota tempat dia dan Lail berasal. Iya, Esok tidak naik ke kapal tersebut. Dia memberikan satu tiketnya lagi pada ibunya dan Claudia berjanji akan menjaga ibu Esok dengan baik. Esok memilih tinggal di bumi untuk melewati musim panas abadi bersama Lail. Betapa terkejutnya Esok saat mendengar bahwa Lail sedang di rumah sakit untuk menghapus ingatannya. Esok segera menuju ke rumah sakit, namun terlambat. Lail sudah masuk ke ruang operasi dan operasi tidak bisa dibatalkan. Betapapun Esok memberontak untuk masuk ke ruang operasi, semuanya percuma. Esok pun hanya terduduk lemas dan menangis karena akan kehilangan seseorang yang sangat berarti di dalam hidupnya.

Bagaimanakah nasib Lail dan Esok selanjutnya? Apakah Lail benar-benar melupakan Esok? Sebaiknya baca sendiri ya novel nya.. Dijamin tidak akan menyesal. Mengenai judul review ini, kalian pasti akan memahaminya setelah membaca novel nya dengan lengkap. Yang jelas, roman yang ditulis Tere Liye pasti mengena di hati. Meskipun terkadang ide ceritanya kurang orisinil karena ide kapal untuk menyelamatkan umat manusia merupakan ide cerita salah satu film layar lebar yang cukup terkenal, tapi dengan modifikasi barunya bisa membuat cerita yang lebih baru lagi. 

Sekian review ini. Semoga kalian makin penasaran ingin baca novel nya setelah membaca tulisan ini. 

Thanks

Tidak ada komentar:

Posting Komentar