Rabu, 17 April 2013

THE POSSESSION


The possession merupakan film bergenre horror yang merupakan kisah nyata sebuah keluarga selama 29 hari. Dalam waktu 29 hari, keluarga tersebut harus berjuang untuk menyelamatkan jiwa anak mereka yang dikuasai iblis.
          Dikisahkan ada sebuah keluarga yang memiliki dua orang anak perempuan yang berumur sekitar 11 dan 12 tahun bernama Emily dan Hannah. Kedua orang tua mereka baru saja bercerai 3 bulan yang lalu karena sang ayah terlalu sibuk dengan pekerjaan. Akhirnya, mereka pun bergantian tinggal di rumah ayah dan ibu mereka. Setiap weekend Hannah dan Emily tinggal di rumah ayahnya.
          Pada suatu weekend, mereka pun dijemput sang ayah untuk tinggal di rumahnya. Ternyata sang ayah baru saja membeli rumah yang sederhana namun indah karena terletak di dekat hutan. Emily yang periang dan suka petualang pun memilih kamar yang jendelanya menghadap ke hutan. Keesokan harinya, sang ayah mengajak mereka membeli perabot-perabot yang dibutuhkan untuk mengisi rumah baru mereka. Ayah pun mengajak mereka ke suatu rumah yang sedang mengadakan lelang untuk barang-barang lamanya. Emily dan Hannah pun memilih barang-barang yang mereka sukai. Pada saat itu Emily melihat sebuah kotak kayu yang memiliki ukiran-ukiran indah di bagian atasnya. Emily langsung jatuh cinta pada kotak itu dan meminta ayahnya untuk membelikannya. Sang ayah pun segera membayar barang-barang yang dipilih anaknya.
          Sesampainya di rumah, Emily meminta ayahnya untuk membukakan kotak itu karena dia tidak bisa membukanya. Ayahnya sudah berusaha membuka kotak itu, namun kunci kotak itu tidak mau terbuka. Akhirnya ayahnya bilang mungkin si pembuat kotak itu tidak menginginkan kotaknya dibuka. Emily pun menyerah.
          Malam harinya, Emily tidak bisa tidur karena pikirannya dipenuhi oleh kotak itu. Dia pun mengambil kotak yang diletakkan di meja kamarnya itu dan membawanya ke tempat tidur. Dia mencoba membukanya lagi, dan ajaib, kotak itu pun terbuka. Di bagian dalam tutup kotak itu terdapat cermin yang sudah usang. Di dalam kotak terdapat berbagai barang aneh seperti cincin, kalung, gigi, rambut dan beberapa barang aneh lagi. Emily tertarik pada cincinnya kemudian memakai cincin itu. Setelah puas melihat isi kotak itu, Emily pun tidur sambil memeluk kotaknya.
          Keesokan harinya, tiba-tiba ia berubah menjadi pendiam. Hannah merasa aneh karena tidak biasanya Emily diam. Hannah pun menanyakannya pada Emily ada apa dengannya. Emily pun menjawab dia sendiri juga tidak tahu, tapi dia merasa bahwa dirinya bukanlah dirinya sendiri. Hannah mengira hal itu terjadi karena perceraian orang tua mereka. Hannah pun menasehati Emily untuk tidak terlalu memikirkannya.
          Semakin hari sikap Emily semakin aneh dan semakin pendiam. Pada minggu berikutnya pada saat sarapan di rumah ayahnya, Hannah bercerita tentang kegiatan Cheer nya dengan penuh semangat. Namun, Emily hanya diam saja dan makan seperti orang kelaparan. Dia terus menerus memasukkan potongan roti ke dalam mulutnya tanpa jeda. Ayahnya merasa aneh akan sikap Emily sehingga dia tidak mendengarkan Hannah dan terus mengamati Emily. Akhirnya ayahnya memperingatkan Emily untuk makan pelan-pelan, tetapi Emily tidak menghiraukan dan makan semakin cepat. Ayahnya pun membentaknya dan memegangi tangan Emily. Saat itu juga Emily langsung menusukkan garpu yang dipegangnya ke tangan sang ayah. Dia pun terkejut dengan apa yang dilakukannya. Emily pun segera meminta maaf pada ayahnya. Sejak saat itu, ayahnya mulai mencurigai perilaku Emily. Ditambah pada saat ayahnya mengantar mereka kembali ke rumah ibunya, Emily mengatakan pada ayahnya dengan keras bahwa ayahnya tidak boleh menyentuh kotaknya.
          Suatu hari di sekolah, salah satu teman laki-laki di kelas Emily merasa penasaran dengan isi tas Emily yang begitu besar. Diam-diam anak itu menarik tas Emily dan membukanya dan menemukan sebuah kotak kayu. Emily yang menyadari hal itu langsung berteriak dan memukuli anak laki-laki itu. Akhirnya kedua orang tuanya pun dipanggil ke sekolah karena Emily telah menganiaya temannya dan dia harus di skors. Malam harinya sang guru yang menyita kotak milik Emily pun tiba-tiba meninggal karena terjatuh dari lantai atas sekolah.
          Keesokan harinya, Emily meminta ayahnya untuk mengambilkan kotak yang disita sekolah itu. Ayahnya menanyakan kenapa Emily begitu menyukai kotak kayu itu. Emily pun mengatakan bahwa kotak itu adalah temannya bahkan dia bisa bicara dengannya. Ayahnya kaget, tapi dia ingin tahu lebih dalam tentang kotak itu. Sang ayah pun menanyakan temannya itu laki-laki atau perempuan, dan Emily pun menjawab perempuan. Temannya itu bilang bahwa Emily adalah gadis yang spesial. Ayahnya bertanya apakah ayahya bisa bertemu dengan temannya itu? Emily pun menjawab tidak bisa, karena bahkan dia sendiri pun tidak bisa bertemu dengannya.
          Sang ayah semakin yakin bahwa ada yang tidak beres dengan kotak itu. Setelah mengambil kotak itu dari sekolah, sang ayah langsung membuangnya ke tempat penampungan sampah. Sesampainya di rumah, Emily pun marah kepada ayahnya dan mencaci maki ayahnya. Ayahnya marah dan membentaknya kembali. Tiba-tiba Emily ditampar oleh tangan yang tak terlihat. Emily dan Hannah pun mengira bahwa ayahnya yang melakukannya. Padahal ayahnya tidak menyentuh Emily sama sekali. Emily pun semakin marah dan lari dari rumah. Dia pun berlari menuju tempat kotak itu dibuang dan mengambilnya kembali. Sang ayah pun menyusulnya dan Emily tiba-tiba pingsan. Hannah menceritakan kejadian itu pada ibunya sehingga sang ibu marah pada ayah dan melarang ayah menemui Emily lagi.
          Merasa penasaran dengan kotak kayu itu, sang ayah pun membawanya pada seorang profesor untuk menanyakan sebenarnya kotak apa itu. Profesor itu mengatakan bahwa kotak itu biasa digunakan oleh orang Yahudi untuk menangkap iblis dan memenjarakannya di kotak itu. Dan kotak itu pun tidak boleh dibuka lagi. Menyadari bahwa Emiy telah membuka kotak itu, ayah pun berpikir bahwa Emily telah kerasukan iblis yang ada di kotak itu. Dia pun mencari tahu bagaimana cara membebaskan seseorang dari kerasukan. Keesokan harinya, setelah isterinya keluar dari rumah, dia pun mendatangi Emily yang sedang tidur di kamarnya dan mulai membacakan al kitab untuk Emily. Emily yang tidur pun langsung terbangun dan memelototi ayahnya. Saat itu tiba-tiba angin bertiup kencang sehingga membolak balikkan halaman al kitab. Tapi ayahnya tidak menyerah dan terus membacanya. Tiba-tiba angin bertiup makin kencang dan mampu melempar al kitab sampai menabrak dinding kamar. Emily masih memelototi ayahnya dan ayahnya sadar bahwa itu bukanlah putrinya. Dengan sedih dan marah, ayah pun bertanya “ Siapa kau dan apa yang kau inginkan dari putriku?”. Emily tidak menjawab dan terus memelototi ayahnya, namun matanya menangis. Sayang, ibunya segera datang dan mengusir sang ayah pergi.
          Malam harinya, sang ibu mendengar suara tangisan Emily di dapur. Ibunya mendatanginya dan melihat Emily sedang memakan daging mentah di dapur, namun samar-samar masih terdengar suara tangisnya. Ibunya terkejut dan Emily pun lari. Ibunya memanggil-manggil nama Emily, namun Emily menjawab dengan suara lain dan mengatakan bahwa Emily tidak ada di sini. Emily pun menyerang ibunya dengan melempar barang-barang kaca ke kaki ibunya. Ibunya berteriak histeris dan Emily pun menghilang. Tiba-tiba Emily meloncat dan memeluk ibunya dari belakang lalu menangis. Emily telah kembali.
          Esoknya, Emily di bawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan CT scan di seluruh tubuhnya. Saat hasilnya keluar, semua orang terkejut karena gambar itu menunjukkan bahwa ada makhluk lain yang  hidup dan bergerak di dalam tubuh Emily. Sang ibu pun baru sadar bahwa dokter tidak bisa menolong putrinya. Di saat yang bersamaan, sang ayah pun pergi ke luar kota untuk mencari perkumpulan pemuka agama Yahudi. Setelah bertemu dengan mereka, sang ayah pun menunjukkan kotak itu pada mereka. Seketika itu juga semua orang yang di sana pun berlari menjauhi kotak itu. Sang ketua mengatakan bahwa itu adalah kotak iblis yang tidak boleh dibuka. Sang ayah pun mengatakan bahwa putrinya telah membukanya. Ketua pun mengatakan bahwa itu sangat buruk. Iblis itu akan memakan jiwa putrinya sampai habis dan menguasai tubuh Emily. Tidak ada yang bisa dilakukan untuk menolong Emily karena itu sangat berbahaya. Satu-satunya cara untuk mengeluarkan iblis itu dari tubuh Emily adalah dengan memanggil nama iblis itu dan mengembalikannya ke dalam kotak. Tapi, sang ayah tidak tahu nama iblis itu. Sang ketua pun tidak dapat berbuat apa-apa lagi dan menyuruh sang ayah untuk memasrahkannya pada takdir Tuhan. Sang ayah marah karena tidak ada yang mau menolongnya, lalu pergi. Kemudian ada salah seorang dari mereka yang menyusul ayah dan mengatakan bahwa sang ketua menyuruhnya untuk menolong Emily. Di perjalanan, si Yahudi mengamati kotak kayu itu dan membukanya. Dia mengamati cermin yang ada di dalam kotak kayu tersebut. Dia memecahkan cermin itu dan dibaliknya terdapat nama si iblis. Abissa.
          Sesampainya di rumah sakit, Emily di bawa ke ruang terapi untuk melakukan ritual  pengeluaran iblis. Semuanya telah dipersiapkan, Emily pun dipegangi oleh ayah, ibu, dan kakaknya. Saat ritual dilaksanakan, Emily memberontak dan menyerang orang-orang di sana, kemudian kabur. Ayahnya mengejarnya, sedangkan sang Yahudi melarang ayahnya karena gadis itu bukan putrinya lagi. Tapi ayahnya tidak ingin kehilangan Emily begitu saja. Dia terus mengejar Emily yang masuk ke kamar mayat. Emily menyerang ayahnya dan ayahnya berusaha melawan seraya berkata ,” Ambil saja nyawaku sebagai ganti putriku.” Keadaan pun kemudian jadi tenang. Sang Yahudi, ibu dan Hannah menemukan Emily yang dipeluk ayahnya. Emily sudah sadar kembali, namun sang ayah tak bergerak. Tiba-tiba tubuh sang ayah terbanting ke tembok. Sang iblis telah berpindah ke tubuh ayah. Sang Yahudi segera memanggil nama si iblis dan membacakan beberapa kata untuk mengembalikan si iblis ke dalam kotak. Dengan usaha keras, si iblis berhasil dikeluarkan dari tubuh sang ayah dan masuk kembali ke dalam kotak. Sang ayah pun selamat. Semuanya saling berpelukan dan keluarga itu pun melanjutkan kehidupannya kembali, menjadi keluarga yang utuh. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar